SEKILAS INFO
19-08-2017
  • 1 minggu yang lalu / Dirgahayu Republik Indonesia Ke  72, Mari Wujudkan Indonesia Lebih Baik.  Indonesia Kerja Bersama
  • 1 bulan yang lalu / Selamat Datang di SMAPA JR Tercinta. Semoga Website ini bermanfaat untuk semuanya. website saat ini masih dalam tahap pengembangan. Admin
  • 1 bulan yang lalu / MPLS SMAPAJR : Diharap siswa baru, Sudah berada disekolah Sebelum jam 06.00 , pada hari Senin- Rabu, tanggal 17 – 19 Juli 2017 >>Waka Kesiswaan.
Sejarah singkat

Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas   Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang (SMA IKIP Malang) Cabang Jember 1965 sampai dengan tahun ajaran 1968 didirikan dengan Surat Keputusan Dekan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Brawijaya Malang Cabang Jember,

Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas Negeri 4 Jember berasal dari :

  1. SMA IKIP Malang Cabang Jember dari tahun 1965 s.d 1968
  2. SMA FIP Uned Jember dari tahun 1970 s.d 1981
  3. SMA 1 FKIP UJ Jember dari tahun 1981 s.d 1986
  4. SMA FKIP UJ 1 Jember dari tahun 1986 s.d 1988
  5. SMA Negeri 4 Jember dari tahun 1988 s.d 1997
  6. SMU Negeri 4 Jember dari tahun 1997 s.d 2006
  7. SMA Negeri 4 Jember dari tahun 2006 s.d sekarang.

 

Tujuan Pendidikan Nasional diantaranya untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka upaya mewujudkan tujuan nasional (UU RI  Nomor : 2 tahun 1989 Bab II Pasal 3).

 

Salah satu permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah.

 

Peningkatan mutu pendidikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pengembangan sumber daya manusia, harus dilakukan secara terencana, terarah dan intensif, sehingga mampu menyiapkan bangsa Indonesia memasuki era globalisasi yang sarat dengan persaingan. Peningkatan mutu pendidikan akan dapat tercapai, jika sekolah dengan berbagai keragamannya diberi wewenang untuk mengatur dan mengurus dirinya sendiri sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan peserta didiknya.

 

Sementara itu seiring dengan UU No. 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, menuntut adanya kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang memadai yang pada saatnya nanti mengarah pada otonomi sekolah. Jadi otonomi sekolah adalah kewenangan sekolah untuk mengatur dan mengurus kepentingan warga sekolah menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi warga sekolah sesuai dengan peraturan perundang-undangan pendidikan nasional yang berlaku. Wujud dari usaha pencapaian sasaran tersebut dapat dilakukan dengan penerapan konsep terkini tentang penyelenggaraan pendidikan melalui program “BBE (Broad-Based Education)”.

Konsep BBE adalah “pendidikan berbasis luas dan mendasar”, artinya penyelenggaraan pendidikan yang berbasis pada masyarakat luas dan berorientasi pada kecakapan hidup (life skills), untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan sehari-hari.

Implementasi BBE ini terfokus pada 5 (lima) hal sebagai berikut : (1) reorientasi pembelajaran menuju pembelajaran dan evaluasi yang efektif, (2) pengembangan budaya sekolah, (3) peningkatan efektifitas manajemen sekolah, (4) penciptaan hubungan sinergis antara sekolah dengan masyarakat, (5) pengisian muatan lokal termasuk kecakapan vokasional.

Mengacu pada fokus pertama dan ketiga dari implementasi BBE tersebut, maka SMA 4 Jember berupaya untuk melengkapi sarana penunjang pembelajaran yaitu berupa alat atau media pembelajaran terutama pengembangan teknologi informasi (TI) berupa komputer dan buku-buku penunjang perpustakaan, serta CD pebelajaran.