SEKILAS INFO
05-08-2020
  • 1 bulan yang lalu / Registrasi Lokal Web SMAPA      Per – tanggal 29 Juni 2020 pukul 15.30 data yang masuk  248 data Dapodik dan 239 data angket Peminatan.     Bagi yang belum segera Registrasi.
  • 1 bulan yang lalu / Pengumuman : Untuk Calon Siswa yang Di Terima Di Tahap 1,2 dan 3  SMA Negeri 4 Jember Harap menghubungi   No WA berikut :    085 236 008 008
  • 1 bulan yang lalu / PERHATIAN!!! Proses DAFTAR ULANG lokal SMAN 4 Jember dilakukan setelah seluruh pendaftaran PPDB2020 selesai. Pantau terus web resmi sman4jember.sch.id dan Instagram sobatsmapajr untuk info selanjutnya!!!
9
Jan 2020
Murid Seperti Apa Yang Mewarisi Barokah Ilmu Sang Guru?

“Aku adalah budak (hamba sahaya) bagi orang yang mengajariku walau hanya satu huruf”
(Sayyidina Ali r.a.).

Assalamualaikum dan semangat pagi para pengunjung website resmi SMAN 4 Jember, melaui tulisan kami yang  sederhana ini mungkin dapat menginspirasi Anda sekalian. Dalam kategori pendidikan Islami kami mencoba untuk mensajikan tulisan yang sedikit menceritakan kebaktian seorang murid kepada sang guru. Maklum fenomena saat ini sangat miris jika kita banyak melihat dan mendengar berita murid menganiaya bahkan memenjarakan gurunya.

Harus diakui bahwa orang-orang Muslim di jaman dahulu sangatlah menghormati gurunya. Bahkan disebut guru karena seseorang dianggap patut digugu (dituruti) karena ilmunya yang bermanfaat dan ditiru karena perilakunya yang mulia.

bahkan di tempat-tempat tertentu, guru dihormati layaknya orang tua sendiri. Seperti di Aceh yang terkenal sebagai daerah berpenduduk Muslim, terdapat pepatah: “poma ngon ayan seureuta guree, ureung nyan ban lhee beuna taturot. Meunyo na salah, meu’ah talakee, peumiyup ulee tacom bak teuot” artinya ibu, ayah, dan guru, ketiganya perlu dituruti. Jika bersalah, kita perlu meminta maaf, menunduk dan mencium lututnya.

Begitu dalam makna dari pepatah di atas, sepatutnya generasi jaman sekarang mengerti akan hal tersebut. Tingginya penghormatan terhadap guru erat kaitannya dengan ajaran Islam yang mementingkan ilmu pengetahuan. Sehingga para ulama sangat takzim kepada guru-gurunya, walau kadang ada yang berbeda pendapat. Sampai-sampai seorang sahabat Nabi SAW, Sayyidina Ali r.a. pernah mengemukakan bahwa dirinya laksana hamba bagi guru yang walaupun mengajarkan hal-hal kecil.

Seorang ulama pernah bertutur, “Jika engkau menjumpai seorang murid sangat antusias memuliakan gurunya dan menghormatinya secara lahir dan batin disertai keyakinan pada sang guru, mengamalkan ajarannya, dan bersikap dengan perilakunya maka pasti dia kan mewarisi barokah ilmu sang guru“.

Pada masa lampau, mereka yang memuliakan guru atau ulama bukan saja para pelajar. Namun, para pemuka bahkan khalifah dan raja-raja melakukan hal serupa.

Mereka itu pun mewariskan sikap demikian kepada anak keturunannya. Iman, ilmu dan adab memang tidak bisa diwariskan begitu saja dari orang tua ke anak, namun harus disertai keteladanan dari orang tua.

Informasi Smapa
Informasi Smapa